Intense Debate Comments

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 10 April 2011

Nyalakan Api Cinta


Alkisah suatu ketika, Kapak, Gergaji, Palu dan Nyala Api sedang mengadakan perjalanan bersama-sama. Di suatu tempat perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalan. Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan KEKUATAN yang mereka miliki masing-masing.

”Itu bisa aku singkirkan”, kata KAPAK.
Pukulan-pukulannya keras sekali menghantam baja yang kuat dan keras juga itu.
Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu lebih tumpul sendiri sampai ia berhenti.

”Sini, biar aku yang urus,” kata GERGAJI.
Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji.
Tapi ia kaget dan kecewa, semua giginya jadi tumpul dan rontok.

”Apa kubilang,” kata PALU. 
”Kan aku sudah ngomong, kalian tak bisa. Sini, sini aku tunjukkan caranya”.
Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tidak berubah.

“Boleh aku coba?” tanya NYALA API.
Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk dan mendekapnya erat-erat tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun meleleh cair.

Apa yang mau saya katakan melalui ilustrasi ini?
Ada banyak HATI yang cukup KERAS untuk melawan keMURKAan
dan amukan keMARAHan demi HARGA DIRI.
Tapi jarang ada hati yang tahan melawan NYALA API CINTA kasih yang hangat.

Betapa arif dan bijak ada dalam sebuah keLEMBUTan dan keHANGATan,
seperti api yang menCAIRkan hati yang dingin.
Ah, tak ada yang tahan menampik nyala api cinta kasih.

HATI yang KERAS sekalipun akan LULUH dengan keHANGATan CINTA....
Arie Dyah

Jika Ia Sebuah Cinta


Jika ia sebuah CINTA,
dia tak hanya MENDENGAR,
melainkan senantiasa BERGETAR.

jika ia sebuah CINTA,
dia tak mungkin BUTA,
melainkan senantiasa MELIHAT dan MERASAKAN apa yang kita rasakan

jika ia sebuah CINTA,
dia tak akan membuat kita SEDIH,
melainkan senantiasa akan membuat kita BAHAGIA.

jika ia sebuah CINTA,
dia tak hanya BERUCAP,
melainkan senantiasa TULUS dari Dalam HATI.

jika ia sebuah CINTA,
dia hadir bukan karena PERMINTAAN,
melainkan HADIR karena KETENTUAN dan KATA HATI-lah yang MENGANTARKANNYA.

jika ia sebuah CINTA,
dia hadir juga bukan karena PAKSAAN,
melainkan senantiasa HADIR karena PENGORBANAN dan KESETIAAN.

Rahasia Rumus 90:10 Dalam Takdir


Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah.
Anak perempuan anda tiba-tiba tanpa sengaja menumpahkan kopi sehingga baju seragam anda kotor.
Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga dia menangis. Kemarahan anda merembet kepada pembantu karena menaruh cangkir kopi terlalu dekat ke anak Anda.

Akhirnya terjadi debat kusir dengan pasangan anda.
Dengan rasa jengkel, anda tinggalkan meja untuk ganti seragam.
Selesai ganti pakaian, anda melihat anak anda masih menangis dan bersiap untuk pergi sekolah tanpa menyelesaikan sarapannya. Tapi dia sudah ditinggalkan mobil jemputan.

Anda bergegas ke mobil dan berteriak kepada anak anda untuk segera naik mobil. Anda terpaksa mengantarnya ke sekolah. Kemudian anda ngebut karena terlambat.
Sialnya waktu memotong jalan, anda dihentikan polisi dan terpaksa damai ! dengan memberikan imbalan Rp.50.000,-.

Sampai di sekolah, anak anda langsung lari dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata-kata.
Setelah berjuang keras, akhirnya anda tiba dikantor terlambat 20 menit.

Pada saat itu, anda baru sadar bahwa anda lupa membawa tas kerja anda. Anda memulai hari itu dengan kejadian yang menjengkelkan.
Ketika waktu berlanjut, semua keadaan seolah-olah berubah menjadi semakin kacau.

Sore hari, anda pulang kerumah dengan lesu. Disambut suasana "dingin" dari pasangan, anak dan pembantu anda.
Semua itu terjadi karena reaksi atau respon yang anda lakukan di pagi hari.
Mungkin kita pernah mengalami kejadian serupa. Kesialan diikuti berbagai kesialan lainnya.

Hal-hal yang tidak menyenangkan datang silih berganti. Hal itu bisa berupa stress, rasa kurang bahagia dan kemarahan yang mengakibatkan putus hubungan persahabata! n, dijauhi teman, menyebalkan dan kadang sangat menyakitkan.

Coba cermati contoh kasus tersebut.

Mengapa anda mengalami hari-hari yang menyebalkan?
a. Apakah karena kopi tumpah di baju seragam anda?
b. Apakah karena anak anda yang menyebabkannya?
c. Ataukah karena Pak Polisi yang menilang anda?
d. Atau akibat perilaku anda sendiri?

Jawabannya adalah : Sesungguhnya anda bisa mengendalikan reaksi anda pada kejadian tersebut. Hanya reaksi spontan anda, yang mengakibatkan semua itu terjadi. 

Anda bisa merubah situasi menyebalkan itu menjadi lebih menyenangkan dengan menerapkan rumus 90: 10. Artinya, 10% dari kehidupan kita berupa "takdir" yang harus diterima, dan 90% lainnya, disebabkan oleh reaksi anda terhadap berbagai tekanan dan kejadian yang menimpa Anda. Kita tidak bisa mengendalikan 10% faktor takdir. Anak tidak sengaja menumpahkan kopi, mobil mogok. Jadwal penerbangan terlambat sehingga seluruh rencana kerja menjadi kacau, dan terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Ini realita yang tidak bisa dikontrol. Berbeda dengan aspek 90% sisanya.

Anda bisa mengendalikan dan mengatur reaksi atau respon yang akan anda lakukan terhadap kejadian yang menimpa anda. Jangan biarkan berbagai kejadian itu mengatur anda. Anda pasti bisa mengendalikan bagaimana reaksi atau respon terbaik yang harus anda lakukan.

Berikut, contoh yang seharusnya anda lakukan. Kopi menumpahi seragam anda.
Anak anda kaget bahkan terlihat akan menangis. Anda bisa berkata, "Nak, tidak apa-apa cuma basah. Lain kali, berhati-hati kalau sarapan." Anda segera ke kamar dan mengganti baju seragam. Waktu anda kembali anda lihat anak anda sudah selesai sarapan dan segera lari ke depan!, menuju mobil jemputan sambil melambaikan tangan kepada anda. Anda, anda masih bisa baca koran dan bercengkerama sebentar sebelum anda siap pergi ke kantor. Anda tiba di kantor 5 menit sebelum jam kerja, dengan gembira. Anda menyapa semua rekan dan anak buah anda di sepanjang jalan menuju kamar kerja. Anda mendapat pujian bos dan bawahan yang mengamati gerak gerik anda. Hari ini sungguh menyenangkan.

Amati apa perbedaan yang terjadi diantara dua skenario di atas. Semua dimulai dengan kejadian yang sama, kopi tumpah (aspek 10%) yang tidak bisa anda cegah. Namun hasilnya jauh berbeda, karena cara anda (aspek 90% ) kejadian tersebut berbeda. Jangan bereaksi negatif terhadap suatu kejadian yang tidak menyenangkan.

Berikan reaksi yang positif, dan yakinkan bahwa hal itu tidak akan merusak hari-hari anda selanjutnya.
Namun, apabila anda memberikan reaksi atau respon yang salah, maka pasti akan berdampak buruk bagi anda selanjutnya.

Apa reaksi anda bila terjebak kemacetan lalu-lintas?
Apakah membunyikan klakson mobil sekeras-kerasnya.
Apakah dengan berlaku seperti itu kejadian akan membaik?
Apakah detak jantung anda menjadi normal atau sebaliknya?
Apakah orang lain peduli bila akhirnya anda terlambat tiba di kantor 10-20 menit? Mengapa anda membiarkan kejadian tersebut merusak seluruh hari anda? Ingat rumus 90 :10.

Rahasia manfaat penerapan rumus 90 : 10 dalam kehidupan sehari-hari itu sungguh luar biasa. Namun, sedikit diantara kita yang memahaminya, sehingga jutaan orang menderita stress dan berbagai macam masalah pribadi.

Diambil dari Majalah Lentera - tulisan dari mantan Senior Management Trainer,
Dandan Riskomar.

SIKLUS RASA TAKUT DALAM DIRI


Inilah siklus rasa takut dalam diri manusia

TAKUT => TIDAK MAU MENCOBA => TIDAK PUNYA PENGALAMAN => TIDAK PUNYA KEMAMPUAN => TAKUT

Biasanya saat kita akan mulai sesuatu atau disuruh sesuatu, kita SUDAH TAKUT DULUAN dan bilang g bisa. Dan TIDAK PERNAH MAU MENCOBA. Nah dari situlah kita tidak pernah melakukan sesuatu yang baru,yang kita anggap g bisa.

Setelah kita tidak melakukan sesuatu, maka kita tidak akan mendapatkan pengalaman dari sesuatu tersebut. Padahal kita sering bilang,kalo pengalaman itu guru terbaik.

Dan ketika kita tidak mempunyai pengalaman, maka kita tidak akan punya kemampuan,Dan saat kita tidak punya kemampuan, MAKA KITA AKAN MERASA TAKUT,Dan terus seperti itu.

DAN SEKARANG, SAATNYA KITA KELUAR DARI SIKLUS ITU!!!! MARI BERGERAK!!!!
ACTION,ACTION,& ACTION!!
JANGAN TAKUT SALAH,DAN MARI BELAJAR DARI KESALAHAN.

Tidak ada manusia yang di lahirkan BERANI, hidup ini adalah proses memberanikan diri. 

AKAN SELALU ADA TEMPAT BERPIJAK,,JIKA TIDAK?? AKAN ADA YG MENGAJARI ANDA TERBANG"


sumber: kaskus.us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More