Intense Debate Comments

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Artikel Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Ta'aruf

Ruangan itu hanya disekat dengan pembatas seadanya. Kain panjang bak gorden memisahkan mereka. Si akhwat nan cantik dan lembut di sisi satunya, dan sang ikhwan yang bersahaja di sisi yang lain.

Ta’aruf pertama
Ikhwan : Assalamualaikum…
Akhwat : Waalaikum salam…
Ikhwan : Boleh tahu nama lengkapnya?
Akhwat : Saya Nuruliyah Hemawati
Ikhwan : Saya Abidin Zaelani, biasa dipanggil Abid.
Akhwat : Panggil saya, Nurul saja…
Ikhwan : Usia Nurul berapa ya? Kalau saya 25 Tahun, bekerja sebagai guru SMP Negeri.
Akhwat : Saya 22 Tahun, bekerja sebagai salah satu staff di TK.
Ikhwan : Boleh tahu kriteria suami yang diinginkan?
…..
Dan pembicaraan pun berlanjut seputar masalah tersebut, saling bergantian menanyakan dan mendengarkan alasan masing-masing.

Sang perantara : Ok. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang ingin ditanyakan. Kalau begitu, acara disudahi sampai disini. Silahkan melaksanakan sholat istiqarah untuk meminta petunjuk.
Acarapun selesai. Ikhwan pulang melalui pintu yang berbeda dengan si Akhwat.

Ta’aruf kedua
Setelah melaksanakan sholat istiqarah, sepertinya kedua belah pihak mendapatkan kemantapan untuk melanjutkan pada tahap yang selanjutnya, yaitu Nadhor.
Tabir pembatas ruangan antara mereka berdua akan disingkap. Untuk memberi waktu kepada kedua belah pihak melihat wajah masing-masing.

Detik-detik yang menegangkan…
Tabir pun dibuka secara perlahan. Ikhwan dan Akhwat saling bertatapan sesaat, sementara sang perantara menghitung sampai dengan hitungan ke 5, dengan jarak hitungan sekitar satu detik. Dan tabirpun ditutup kembali.

Terlalu cepat? Tentu saja tidak… karena jika terlalu lama, dikhawatirkan pandangan yang kesekian adalah nafsu.

Ta’aruf ketiga
Sang Ikhwan berkunjung ke rumah pihak perempuan untuk berkenalan dengan keluarganya. Dan sang Akhwat hanya bisa mendengarkan pembicaraan sang Ikhwan dari ruangan lain. Mendengarkan setiap pertanyaan orang tuannya yang dijawab dengan penuh sopan oleh sang Ikhwan.

Ta’aruf ke empat
Khitbah. Atau lamaran. Sang Ikhwan sekeluarga datang ke rumah Si Akhwat dengan membawa buah tangan sepantasnya seorang laki-laki melamar perempuan.

Dan tanggal pernikahanpun telah ditentukan.
Mereka berdua tinggal menunggu acara walimahan yang akan menandakan sahnya hubungan mereka berdua sebagai sepasang suami-istri.

Semua proses tersebut hanya ditempuh dalam waktu yang tidak lebih dari dua bulan, dimana dalam setiap jeda selalu diselipi dengan sholat istiqarah untuk memantapkan langkah menuju ke jenjang selanjutnya.

Tak ada keraguan sedkitpun tergambar dalam wajah masing-masing dari mereka. Memutuskan menikah untuk menyempurnakan ibadah dengan orang yang hanya dikenal dalam tempo sesaat, dijalani dengan penuh keiklasan dan keyakinan tentang sebuah niat baik yang akan berakhir dengan baik pula.

Perjodohan yang indah…
Teman : Kamu mau juga Ta’aruf? Kebetulan ada seorang Ikhwan yang bla..bla..bla…
Temannya Teman : Hah? Aku… uhm… anu… *bingung harus menjawab apa*

Moral cerita : Tidak ada yang menakutkan untuk dijalani sepanjang dilandasi dengan niatan baik.

Salam,

Ps : semua nama diatas bukanlah nama sebenarnya.

Senin, 08 Agustus 2011

Sosok Bidadari Sederhana

Beribu nasehat telah diucap, berjuta perintah telah tersirat. Tetapi tetap saja banyak yang gugur ditelan gemerlap dunia. Semua gemerlap akan sirna oleh sosok bidadari yang hidup dengan kesederhanaan.

Kini, banyak kita jumpai orang yang hidup dalam kesempitan, sabar dengan ujian, dan tabah dalam menjalani seraya mendekatkan diri pada Rabb-Nya. Namun, setelah keadaan berubah, sempit menjadi lapang, derita menjadi bahagia, semua kebutuhan hidup terpenuhi; namun banyak yang tidak siap dengan perubahan tersebut. Tidak sadar bahwa gemerlap dunia telah menjebaknya.

"Sesungghnya dunia itu manis dan menawan dan Allah mengangkatmu sebagai khalifah di dalamnya sehingga Allah dapat memperhatikan perbuatanmu. Oleh karena itu waspadalah terhadap dunia, hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah kaum wanita." (HR. Muslim).

Kedudukan, harta senantiasa bersanding dengan wanita. Misalnya di keluarga, kedudukan wanita sangat berpengaruh baik kedudukannya sebagai pendamping suami maupun dalam pemeliharaan harta suami. Seperti kisah rumah tangga Umar Abdul Azis ra dengan Fatimah binti Abdul Malik ra kemewahan berubah menjadi kesederhanaan. Sebelum Umar menerima amanat kekhalifahan, dia terkenal dengan gaya hidup yang serba mewah. Istana megah, pakaian sutra, permata, dan parfum yang seharga satu rumah pun dimilikinya. Semua berubah dengan seketika. Akal pikiran, hati dan perasaannya telah tergugah, karena hakikat pengawasan Allah telah hidup dalam jiwanya.

Dengan gaya hidupnya yang baru, Umar bertekad untuk meniti kehidupan dengan serba sederhana. Dia pun segera mengungkapkan keinginannya pada Fatimah, "Sesungguhnya harta yang kita miliki serta yang dimiliki oleh saudara-saudaramu berasal dari hartanya kaum muslimin. Aku bertekad akan mengembalikannya pada mereka. Dan, jika Adinda tidak sabar pada kesempitan hidup setelah kekuasaan, maka pulanglah ke rumah ayahmu." Mendengar itu Fatimah segera menepis, "Saya tidak akan menyertai Kakanda dalam keadaan senang lantas meninggalkan Kakanda dalam keadaan susah. Saya ridha dengan apa yang Kakanda ridhai."

Kemudian semua hartanya didermakan dan kini yang dimilikinya hanya permata peninggalan ayah Fatimah. Umar pun kembali bertanya, "Wahai Fatimah engkau tahu bahwa dulu permata itu diambil oleh ayahmu dari kaum muslimin dan lantas dia hadiahkan kepadamu. Sesungguhnya aku tidak suka permata itu tinggal dirumahku. Karena itu, pilihlah antara mengembalikan permata itu ke Baitul Maal atau engkau izinkan aku untuk menceraikanmu." Fatimah pun kembali memenuhi permintaan suaminya, "Demi Allah, tentu aku akan memilihmu daripada permata ini, bahkan berlipat-lipat dari yang kumiliki."

Dengan kesederhanaanlah Umar dan Fatimah mulai mengikuti realita kehidupan sebenarnya. Sang khalifah mulai memerdekakan budak, mengembalikan seluruh harta yang dimiliki ke Baitul Maal. Begitu juga dengan Fatimah mulai menanggalkan permata yang dipakainya. Mereka lebih memilih tinggal di rumah yang sangat sederhana. Dengan kata lain, mereka dengan sikap kesederhanaannya berhasil menghancurkan belenggu kemewahan yang mengikat jiwanya dan mematahkan jembatan yang mengantarkan pada fitnah dunia.

Fatimah dalam hal ini bisa disebut sosok bidadari yang turun ke bumi. Sebab ia berani melepaskan semua kemewahan dunia dan lebih memilih hidup sederhana bersama suami yang justru setelah mendapat amanat besar sebagai khalifah. Juga memilih kesederhanaan sebagai jalan hidupnya. Begitu halnya dengan sosok Aisyah ra Ummul Mukminin. Kezuhudan terhadap dunia menjadi teladan bagi umat. Hampir tidak ada harta di tangannya. Dia bagikan seluruh hartanya kepada kaum-kaum miskin. Di antara kedermawanannya adalah membagikan seratus ribu dirham, sementara ia sendiri dalam keadaan shaum. Umar bin Zubair ra juga pernah mengisahkan kedermawanan dan kesederhanaan Aisyah, "Aku pernah melihat Aisyah membagi-bagikan harta sebanyak tujuh ratus ribu dirham sementara dia sendiri menjahit bajunya."

Subhanallah, merenungi kedua kisah di atas betapa mulianya sosok Fatimah dan Aisyah. Ya, dengan kesederhanaannya menjadikan mereka sosok bidadari yang turun ke bumi. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengikuti jejak Fatimah dan Aisyah? Siapkah kita tanggalkan semua kemewahan dunia hingga kita siap menyandang gelar bidadari?

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari surga. Mereka itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati. Jadi bidadari adalah wanita shalehah yang senantiasa tawadhu, tidak bermewah-mewah dengan keindahan dunia, bersikap sederhana. Seandainya berperan sebagai istri maka ia taat kepada suaminya, menjaga harta suami, mendidik anak-anaknya dan memotivasi agar istiqamah dalam membela agama Allah.

"Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? wanita yang baik (shalihah); jika dilihat suami ia menyenangkan; jika diperintah ia mentaatinya; dan jika suami meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya." (Diriwayatkan Abu Daud dan An-Nasai).

Wahai muslimah, kisah di atas mewakili dari sebagian kisah para sahabiyah, begitu juga dengan untaian riwayat yang tersirat. Namun, apalah artinya sebuah kisah bila kita tidak bisa mengambil ibrah. Dan apalah artinya seuntai riwayat jika kita tidak mau belajar darinya. Untuk itu selamat berjuang, siapkan diri menjadi sosok bidadari, sosok yang menapaki kehidupan dengan kezuhudan, dan kesederhanaan.

Sumber : Kotasantri.com


Wallaahu a'lam Bisshawwaab. . .

Jumat, 05 Agustus 2011

Cinta Kita Tak Pernah Bertepuk Sebelah Tangan


Sahabat, pernahkah ada sebersit harap di hatimu, untuk melabuhkan asa dan menyandarkan hatimu pada satu sosok? Pernahkah ada sebuah rasa yang meluap-luap bagaikan banjir bandang yang tertahan di balik wajahmu yang merona? Pernahkah ada sebuah rasa yang begitu dahsyat yang begitu sulit engkau tahan dan kemudian binar matamu tak sanggup menyembunyikan itu semua?

Pernahkah engkau rasakan demikian, sahabat? Meski kemudian engkau tahu, bahwa rasa-rasa itu adalah sesungguhnya bukan pada sosok yang layak, dan belum dihalalkan-Nya, lalu kemudian mati-matian engkau coba lenyapkan dari segala bilik memorimu? Pernahkah? 

Kemudian, pada saat yang tak terduga, saat harap-harapmu itu seperti singsingan fajar yang semakin meninggi dan kemudian menjadi mentari pagi di ufuk timur yang kian mencerah, kau dihadapkan pada sesuatu yang bagimu lebih dahsyat dari hancurnya katai putih menjadi supernova. Harapan dan asa yang kau rajut tiba-tiba saja buyar seketika.

Tiba-tiba saja mentari yang baru saja menyingsing di ufuk timur, dengan segera tenggelam seketika. Kau merasa gelap. Harapanmu itu kandas seperti bergantinya mentari dengan gelapnya sang malam tanpa rembulan. Semangatmu meredup. Harapanmu lenyap. Lalu, engkau menderita sebab langit asamu tiba-tiba saja mendung dan memuntahan hujan deras. 

Ah, sahabat. Kau sedang dirundung kedukaan. Tapi, engkau tak boleh lupa satu hal, bahwa CINTAMU TAK PERNAH BERTEPUK SEBELAH TANGAN! Ya, sekali lagi, cintamu tak pernah bertepuk sebelah tangan. Sungguh, tak pernah. 

Sebab, mungkin saja harap-harap itu telah membuatmu lupa bahwa ada banyak lokus cinta yang ada di sekelilingmu. Cinta tulus, yang tak pernah ada pamrih sedikitpun, tercurah untukmu, di saat engkau (mungkin) mengejar cinta yang bahkan bukan selayaknya untuk kau kejar! 

Cobalah kembali kita insafi sejenak. Sungguh ada banyak cinta di sekeliling kita, tulus teruntuk buat kita, yang mungkin ambang dalam hati kita sebab satu lokus harap itu sudah tersandar bulat-bulat padanya. Cinta dari sahabat-sahabat kita, saudara saudari kita. Mereka yang merengkuh pundak-pundak kita dengan hangat. Berbagi kedukaan dan berbagi canda tawa dengan kita. Adakah pantas untuk terlupakan? 

Ada lagi, curahan cinta yang lebih dahsyat dari itu. Bahkan, ia pertaruhkan nyawa demi kehidupan kita. Sungguh, cinta yang takkan pernah terbalaskan oleh diri kita. Ialah cinta ibu dan ayah kita. Lalu, apakah masih ada alasan bagi kita untuk lupa dengan segenap cinta yang begitu dahsyat ini dan masih merelakan separuh hati kita, bahkan untuk seseorang yang tak layak menurut-Nya? Cobalah sejenak kembali kita selami. Bukankah beliau berdua tak pernah rela membiarkan sedikitpun ada beban penderitaan di hati kita?

Saat kita bahkan lebih euphoria menerima SMS dia dari pada beliau berdua? Saat sebagian alam fikir kita justru tersedot pada seseorang yang belum tentu terbaik buat diri kita, dan lupa akan segala cinta dahsyat dari ayah bunda kita? Bukankah beliau telah berkorban segalanya untuk kita? Memberikan yang terbaik untuk kita. Berbahagia dengan kebahagiaan kita, melebihi kebahagiaan diri beliau sendiri. Apakah kita lupa itu?

Ingatkah kita, ketika beliau lebih rela kekurangan, lebih rela untuk tidak enak, hanya demi diri kita agar tidak kekurangan dan merasa lebih enak? Ingkatkah kita, ketika beliau senantiasa bersusah payah, lelah dan penat tetapi tak pernah beliau keluhkan itu? Bahkan, ketika kita bertanya, “adakah engkau lelah, Bunda?” beliau masih saja menjawab “tidak, anakku” padahal tubuh itu sudah begitu gemetaran? Aaah…, sungguh, mungkin kita lupa, ketika kita mengejar cinta yang belum tentu Alloh halalkan untuk diri kita. Lupakah kita akan hal itu? 

Sahabat, bersyukurlah…bahwa engkau jauh lebih beruntung dikaruniai kasih dan cinta yang tak terbatas? Kita jauh lebih beruntung dari pada segenap anak-anak lainnya yang sama sekali tak merasakan dahsyatnya cinta luar biasa ini. Anak-anak yang tak pernah merasakan betapa bersahajanya belaian seorang ibu? Lalu, masihkah kita sanggup berkata, bahwa cinta kita bertepuk sebelah tangan? 

Di atas itu semua, masih lagi ada cinta yang Maha Dahsyat! Cinta Sang Maha Pemilik Cinta. Kita, yang senantiasa melakukan dosa di hadapan-Nya, tapi, Dia masih membentangkan segenap keampunan. Masih mencurahkankan segenap Rahman dan Rahim-Nya pada diri kita yang dhaif ini. Dia yang sungguh jauh lebih dekat dengan kita. Bahkan, dia itu, tentulah tak lebih bandingannya dengan sebiji dzarrah dibandingkan luasnya semesta. Bahkan ia lebih kecil dari pada itu. Lalu, adakah kita lupa akan hal ini? Ah, sungguh…cinta kita tak pernah bertepuk sebelah tangan. Tak pernah… 

Sahabat...

Sungguh, ada cinta-Nya yang Maha Indah yang lebih patut untuk kita kejar. Sungguh, dia itu bukan apa-apa. Bahkan, BELUM TENTU dia adalah sebaik-baik pilihan-Nya buat diri kita. Berhentilah melabuhkan harap pada manusia yang sama dhaifnya dengan diri kita. Berhentilah menyandarkan hati pada sosok yang belum tentu Dia ridhoi untuk membersamai kita. Sedangkan cinta-Nya dan kasih sayang-Nya, adalah sesuatu yang PASTI meliputi semua hamba-Nya, bahkan setelah kita bermaksiat sekalipun. Sungguh, ampunan-Nya lebih luas dari samudera, kendati pun dosa-dosa kita juga sebanyak air di lautan. Lalu, masihkah kita rela menukar cinta yang banyak dengan cinta yang sedikit? Tentu kita tak ingin merugi, bukan? 

Sahabat, mari, kita saling mengingatkan. Mari kita mengejar cinta-Nya. Yaah, cukuplah pada-Nya saja kita labuhkan segenap harap. Dia paling tahu apa yang terbaik bagi diri kita, jauh melebihi kita. Bahkan kita tak tahu apa-apa.

Senin, 01 Agustus 2011

Lamaranmu Kutolak


Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Fakultas Ekonomi UNPAD Pak. UNPAD itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz.. saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda ikut berkaca-kaca....

Perjalanan kehidupan pun berlanjut...

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nahl QS 16:18)

Jumat, 22 Juli 2011

Saat RABBmu CEMBURU



ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيღ 

Saya mulai dengan salam dari Syurga, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿Ü“Muhammad Rasulullah Shalallahu 'Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dengan Assunahnya hinga akhir Jaman. 


Pernahkah terlintas dalam benakmu jika RABB Yang Maha Mulia Allah Azza wajala Cemburu kepadamu? Hati manakah yang tak pernah tersentuh lintasan cemburu, adanya laksana sebuah gejolak bergemuruh yang mampu mengubah Cinta menjadi Murka yang tak sesiapapun bisa mengendalikannya..

Lihatlah ketika kekasihmu cemburu.
Perhatikanlah dahsyatnya rasa yang hampir saja meruntuhkan dinding cinta dihatinya. 
Bahkan kamu tidak mengenali lagi pribadi kekasih yang begitu engkau kagumi itu? Ia benar benar lupa sebab apa munculnya rasa cemburu itu, ia tak sadar lagi bahwa rasa cemburu itu hanya timbul dari refleksicinta-nya kepadamu? 

Kekasih macam apakah namanya...
Jika ia membiarkan sosok yang ia cintai terus menerus dibakar rasa cemburu!

Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu

Aisyah Radiyallahu Anha mengisahkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam pernah berkhutbah dengan begitu menggebu gebu, matanya memerah laksana panglima perang sedang menyeru pasukannya. Saat itu terjadi gerhana matahari, setelah shalat bersama sahabat, beliau saw berdiri dalam mimbar dan berpesan panjang, diakhir khutbah itu Rasulullah menyeru:

"...Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan". (Shahih Muslim No.1499)

Cemburu adalah kejujuran, tentang suasana yang menuturkan sempurnanya sebuah Cinta.
Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih meriwayatkan dari Rasulullah saw bahwasannya Cemburu (dalam logika wajar dan pada haq-nya) itu adalah bagian dari Iman. Hingga suami cemburu ketika istrinya dipandang lelaki lain,..

Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia yang tertanam cinta dihatinya, 
Adalah Aisyah radiyallahu anha, kekasih terpilih Rasulullah shalallahu alaihi wassalam - salah satu Ummul Mukminin yang menghafal dan meriwayatkan ribuan Alhadits dengan segala kecerdasan intelegensi dan kemuliaan akhlaknya pun sering dihinggapi perasaan cemburu.

Aisyah radiyallahu anha pun cemburu ketika Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam menyebut nyebut nama Khadijah radiyallahu anha suatu ketika .. padahal Khadijah telah tiada dan tidak mungkin merebut kembali kekasihnya?

Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia dan bukan salah satu Sifat Allah Yang Mulia Yang Sejati-Nya tidak sama dengan mahluk Nya.

Kata "Cemburu" dalam Hadits tersebut adalah diksi indah yang dipilih Rasulullah saw untuk melukiskan sebuah hebatnya sebuah ilustrasi rasa, kata indah yang berkali kali Rasulullah Shalallahu' Alaihi Wassalam utarakan untuk mendeskripsikan sebuah suasana bahwasannya Dzat Maha Pencipta Allah Aza Wajala yang menggenggam Cinta adalah Cemburu pada sebuah situasi atas hambanya.

"..tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina"...

Betapa ngerinya kata kata mulia beliau ini.. 
Hingga para sahabat saat itu masing masing menutup wajahnya dan menangis..

MEREKA MENANGIS...

Bergetarkah hatimu saudaraku. .

Lupakanlah kata kata Halal dan Haram,
Lupakanlah kata kata dosa jika fikiranmu bosan mendengarnya..

Bayangkanlah saja satu kata
Satu kata yang mungkin menyentuh hatimu. 
Cemburu. Ketika RABBmu Cemburu kepadamu. .

Cemburu adalah suasana diam yang terpendam.

Ketika Allah Azza wajala Cemburu, atas kemurahan Nya murka itu tidak begitu saja berubah menjadi Murka yang diturunkan menjadi Azab dari langit ke Bumi. 

Allah aza wajala yang Maha Pemurah, pengasih dan penyanyang telah melebarkan sayap sayap kemaafan Nya. 

"Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku" (hadits Qudsi)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. bahwasannya Allah telah menciptakan RAHMAT itu sebanyak seratus bagian, satu bagian diturunkan kebumi dan sembilan puluh sembilan lagi ditahan. Dari SATU RAHMAT yang satu bagian itulah makhluk di bumi dapat saling sayang-menyayangi, sehingga seekor binatang buaspun pasti mengangkat kakinya dari anaknya karena takut kalau akan mengenai -menginjak- anaknya itu. Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kerahmatan itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat.

Hadits senada juga diriwayatkan Salman al-Farisi r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu memiliki seratus kerahmatan, maka diantara seratus itu ada satu bagian kerahmatan yang dengannya sekalian makhluk dapat saling kasih-mengasihi antara sesamanya, sedang yang sembilan puluh sembilan untuk hari kiamat nanti."

Dalam riwayat lain disebutkan: "Sesungguhnya Allah itu di waktu menciptakan semua langit dan bumi, diciptakan pula olehNya seratus kerahmatan, setiap -satu- kerahmatan itu dapat merupakan tutup yang memenuhi alam diantara langit dan bumi. Kemudian dari seratus tadi yang satu kerahmatan dijadikan untuk diletakkan di bumi, maka dengan satu kerahmatan inilah seorang ibu dapat mengasihi anaknya, binatang buas dan burung, sebagian kepada setengah yang lainnya. Selanjutnya apabila telah tiba hari kiamat, Allah akan menyempurnakan dengan kerahmatan ini -yakni dilengkapkan menjadi seratus penuh."

Itulah kemurahan Allah Azza wajala
Namun demikian, itu tidak berarti kita berkesempatan untuk terus membangkang dan bergelimang dalam lembah dosa, karena dosa tetap dicatat

Bermuhasabahlah!

Sampai kapankah diri ini akan membiarkan Allah cemburu?
Sampai kapankah aurat itu terus dibiarkan terbuka tanpa ada usaha ingin menutupinya..
Sampai kapankah perintah perintah Nya itu terus diabaikan..

Rasulullah saw bersabda;
"Sesungguhnya Allahpun cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan". (Bukhari, Muslim)

Rasulullah saw bersabda;
"Tidak ada seorangpun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji" (Bukhari Muslim)

Betapa menyedihkan jika selama ini merasa diri beriman,
Tetapi membiarkan Dzat yang di imani itu Cemburu..

Bukankah itu gombal..
Iyah, itu kemunafikan... 
Dan ancaman kemunafikan adalah Jahannam..

Bukankah itu kemunafikan? 
Bukankah Jahannam itu bagi orang orang munafik ? 

Apa sekiranya yang difikirkan kekasihmu...
Jika ia menyuruhmu menutup auratmu karena ingin memuliakanmu lalu dirimu dengan ringan berkata "Insya Allah..." dan kamu tetap begitu.

Apa sekiranya yang difikirkan kekasihmu... 
Jika ia menyuruhmu menutupi tubuhmu karena cinta-nya kepadamu, lalu kamu dengan santai menjawab: "Aku ingin kerudungi hatiku dulu... " 

Fikirkanlah..
Sedangkan dirimu terus terbuai lalai dengan duniamu..
Kamu lalai dari mengingatnya, kamu melupakannya...
Dirimu terus membuatnya cemburu...

Apa sekiranya yang akan kekasihmu fikirkan jika dirimu terus menerus membuat kekasihmu cemburu.. padahal kamu berkata mencintainya? Padahal kamu hanya bisa bersandar dan meminta tolong kepadanya? 

Wajarkah jika kekasihmu murka dan meninggalkanmu? 

Pahamilah bahwasannya, besarnya rasa Cemburu itu berbanding lurus dengan besarnya Cinta bahkan bisa melebihinya. 

Pahamilah bahwa Tuhanmulah yang paling besar rasa Cinta-Nya melebihi siapapun.

Dialah yang telah menakdirkan salah satu ribuah sel sperma dari ayah kita bertemu dengan sel telur ibu kita. Lalu sel telur itu dibuahi, menjelma menjadi segumpal daging lalu ditiupkan ruh kedalamnya hingga janin itu bergerak gerak...

Atas Cinta-Nyalah janin itu terlindungi dan tumbuh didalam Rahim hingga ia terlahir ke Dunia dengan lemah. Lalu Allah menguatkan tulang tulangnya, memberi bayi itu mata yang indah, pendengaran yang sempurna, tangan untuk membela tubuhnya, kaki untuk berjalan dan semua indra indra. 

Atas Cinta-Nya lah kemudian makanan itu didatangkan melalui tangan tangan yang Dia kehendaki... Hingga bayi itu tumbuh menjadi Anak, menjadi remaja dan dewasa.....

Atas kemurahan Nya lah..
Sesosok manusia yang kemudian Membangkang itu tetap terbangun dipagi hari.. 

Maha suci Allah.. 
Dia lah yang Maha Pemurah, yang telah memberi kesempatan dengan membangunkan kita kembali, membangunkan hamba hamba Nya disetiap pagi agar mereka beribadah kepada Nya..

Dia lah yang Maha Pemaaf yang tetap membiarkan kekafiran dan kekufuran terus menodai Bumi-Nya yang indah, hingga masa yang ditentukan..!

Bergetarkah hatimu saudaraku..

Jika hatimu masih mengeras.. 
Maka sesungguhnya, itulah hati yang kebal hidayah..
Hati yang berpaling saat hidayah menyapa..

Maka jangan salahkan siapapun ketika musibah demi musibah itu terus menderamu. .
Tak ada alasan untuk mengeluh saat bencana itu datang tanpa henti,..

Bermuhasabahlah..

Mungkin diri ini terlalu bodoh dan acuh tak acuh..
Hingga membiarkan kekasih yang mencintai kita selamanya itu cemburu kepada kita dalam masa yang tak terhitung lagi.. 

Semoga menjadi muhasabah diri.
Untuk diriku sendiri dan sesiapa saja yang di izinkan Allah untuk membacanya. 

Kita memang harus segera memahami kecemburuan Allah azza wajala yang telah di informasikan Rasulullah shalallahu alahi wassalam, agar kita bisa menghindarinya.. sebelum cemburu itu berubah menjadi Murka..

Sebelum murka itu menemui kita di Neraka. 
Semoga menjadi lilin penerang menuju taubatannasuha, satu satunya jalan kembali.

Kembalilah.. 
Sesungguhnya Tuhanmu menanti di pintu taubatannasuha..
Takutlah.. 

Rasulullah shalallahu' alaihi wassalam bersabda; 
"Ketika tubuh seorang hamba BERGETAR karena takut kepada Allah, maka berguguranlah dosanya seperti gugurnya dedaunan dari pohonnya"

Catatan "Menuju Taubatan Nasuha" Bisa disimak di postingan sebelumnya. 

Astaghfirullahaladzim..
Allaadi Laa ilaaha illallahu. Huwwal hayyul qayyuum wa atubu Ilaih..

===
Sahabat.. 

Ramadhan telah dipelupuk mata. . 
Mari bersihkan hati, perbaiki diri. Murnikan kembali cinta kita, bersihkan dari debu debu cemburu yang masih melekat.. sebelum ia mengkarat dan menutup cahaya hidayah Nya.. 

Silahkan di TAG untuk teman teman teristimewanya.. 
^_^

Selamat menjelang Ramadhan.. 

8 HARI 18 JAM 48 MENIT 48 DETIK MENUJU RAMADHAN.. 
Insha Allah..
==== 

Ahukumfillah
NURUDDIN AL INDUNISSY
RIYADH 2011

sumber

Selasa, 05 Juli 2011

Cerita Cinta Terpendek yang bisa bikin kita termenung untuk beberapa saat


Ada seorang wanita buta. Semua orang membenci dia, kecuali kekasihnya. 
Wanita itu selalu berkata, 
“Saya akan menikahimu saat saya bisa melihat.” 
Suatu hari, ada orang mendermakan mata kepada wanita itu. Akhirnya wanita itu dapat melihat.

Dengan segera, dia pergi menemui kekasihnya. Tetapi, ketika dia melihat kekasihnya, dia merasa sungguh terkejut karena kekasihnya juga buta.

Kekasihnya bertanya, “Sudikah kamu menikah denganku sekarang?” Tanpa sebuah alasan, wanita itu menolak.

Kekasihnyapun tersenyum dan berlalu pergi sambil berkata. 

“Tolong jaga mata saya baik-baik…”

Inilah Toko yang Menjual Istri.. (SIlahkan Memilih)


Sebuah toko yg menjual istri baru, dibuka dimn pria dpt memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri.
Di antara instruksi2 yg ada di pintu masuk, terdpt instruksi yg menunjukkan bgmn aturan main utk masuk toko tsb:
"Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI!"
Toko tsb terdiri dr 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.
Semakin tinggi lantainya, semkn tinggi pula nilai wanita tsb. Kamu dpt memilih wanita di lantai tertentu/lebih memilih ke lantai berikutnya, tp dgn syarat tdk bs turun lg ke lantai sblmnya kecuali utk keluar dr toko.
Lalu, seorang pria pun pergi ke " TOKO ISTRI " tsb untuk mencari istri. Di stp lantai terdpt tulisan spt ini:

Lt 1:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan & pandai memasak."

Pria itu tersenyum, kmd dia naik ke lantai selanjutnya.

Lt 2:

"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak & lemah lembut."

Kmbali pria itu naik ke lantai selanjutnya.


Lt 3:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik."

''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya msh penasaran & trs naik.

Lalu smpailah pria itu di lt. 4 n terdpt tulisan:


"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & syg anak."
''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!''

Dan dia tetap mlanjutkan ke lt 5:

"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, syg anak & sexy."

Dia tergoda utk berhenti tp kmd dia melangkah ke lt. 6 & terdpt tulisan:
"Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tdk ada wanita di lantai ini. Lantai ini hny semata2 pembuktian utk pria yg tdk pernah puas."
Terima kasih telah berbelanja di " TOKO ISTRI ". Mohon hati2 ketika keluar dr sini.

Pesan moral ini bkn cm utk pria tp jg wanita: "Tetaplah slalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg ada yg terbaik buat anda, karna Tuhan sudah sediakan, itulah pasangan yg terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.

Senin, 06 Juni 2011

Hak-Hak Isteri Dari Suaminya

Hak-Hak Isteri Dari Suaminya

-Suami yang taat dalam melaksanakan perintah serta suruhan Allah dan Rasulnya dan dapat pula membimbing isterinya.

- Suami yang mampu memberikan nafkah sama ada zahir ataupun batin.

- Suami yang sedia memberikan nasihat, bimbingan, dorongan, didikan dan tunjuk ajar dalam melaksanakan tugas serta tanggungjawap rumahtangga dan juga terhadap Allah s.w.t

- Suami yang bijak dalam menyelesaikan permasalahan isteri yang timbul bersama jiran tetangga atau sebagainya.

- Suami yang dapat memberikan pemerhatian dalam hal keselamatan, kebajikan dan kesihatannya.

- Suami yang dapat menyediakan tempat tinggal, pakaian dan makanan yang sempurna mengikut kemampuanya.

- Suami yang penyabar dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan sesuatu masalah atau untuk mendapatkan sesuatu.

- Suami yang tidak cemburu buta tanpa asas terhadap isterinya yang mana boleh merosakkan keutuhan rumah tangga mereka.

- Suami yang sentiasa memberikan kasih sayang, belas kasihan dan pergaulan yang baik terhadap isterinya.

- Suami yang sentiasa menjaga rahsia isterinya dan tidak di dedahkan kepada orang lain.

- Suami yang ikhlas dan jujur serta dapat menepati janji terhadap isteri dan anak-anak.

- Suami yang menjauhkan diri dari perbuatan maksiat seperti meminum minuman keras, berjudi, berzina, menipu, mencuri dan sebagainya.

- Suami yang dapat memberikan penjagaan dan pemerhatian yang baik terhadap isterinya penjagaan ini meliputi semua hal termasuk kehormatannya.

- Suami mestilah bijak memahami perasaan dan hati isteri sama ada dengan perbuatan atau perkataan, jangan biarkan dirinya dalam keadaan sedih.

- Suami yang sentiasa mengutamakan kebersihan diri, zahir dan batin.

- Suami mestilah menahan dirinya dari bergaul secara bebas dengan wanita lain.

- Suami yang dapat menyelidik secara cermat dan teliti segala hal yang disampaikan oleh orang lain yang berkaitan dengan isterinya.

- Suami yang bijak dalam memimpin tumah tangganya dengan penuh amanah serta bertanggungjawab.

10 Calon Suami Yang Baik

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّØ­ْÙ…َÙ†ِ ارَّØ­ِيم

لسَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Mempunyai jodoh dengan seorang lelaki yang baik adalah idaman setiap wanita.
Manakala menjadi lelaki yang mempunyai sifat-sifat yang didambakan oleh wanita adalah idaman setiap lelaki.

Jadi, apa yang aku tulis di bawah ini adalah sesuai untuk lelaki dan juga wanita.
Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini.

Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini.

10 sifat calon suami yang baik:

1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bersukan.

2. Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.

3. Tegas mempertahankan maruahnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitinya.

4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.

5. Tidak boros, tetapi tidak kedekut. Tahu membelanjakan wang dengan bijaksana.

6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.

7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.

8. Mempunyai rakan pergaulan yang baik. Rakan pergaulan seseorang itu biasanya sama.

9. Bertanggungjawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.

10. Wajah yang tenang, tidak kira semasa bercakap atau membuat kerja atau masa kecemasan.

--------------------

Kebohongan Seorang Ibu

Share sedikit mengenai Mama kita semua... semoga bisa menyadarkan kita..

Mama dalam hidupnya membuat 6 kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, " Cepatlah makan, Mama tidak lapar."

2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Mama tidak suka ikan, makanlah, nak.."

3. Tengah malam saat melihat dia sedang menjahit pakaian utk mencari penghasilan buat keluarga, Ia berkata, "Cepatlah tidur, Mama masih belum ngantuk.."

4. Saat anak sudah tamat dan bekerja di kota besar, mengirimkan uang untuk Mama. Ia jga berkata, "Mama masih punya uang."

5. Saat anak sdh sukses, menjemput mamanya untuk tinggal di kota besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, Mama tidak terbiasa timggal di sana."

Saat menjelang tua, mama sakit keras, hanya bisa beristirahat, anak-anaknya akan menangis, tetapi Mama masih bisa tersenyum sambil berkata, "JANGAN menangis, Mama tidak tidak apa-apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat Mama.

Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, Mama slalu menganggap kita anak kecil, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Smoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan Mama, setiap saat... juga mensyukuri kebesaran seorangg Mama....

Dipersembahkan untuk seluruh Mama di dunia!. inilah sosok Mama kita

NB: Note ini ditulis bukan untuk menjelek-jelekan seorang ibu.. tapi untuk menyadarkan kita.. bahwa ibu kita itu begitu besar pengorbanan buat kita, sehingga rela berbohong untuk kebaikan kita, mungkin hal inilah yang menyebabkan kenapa berbohong demi kebaikan diperbolehkan oleh agama... ^_^

Jumat, 03 Juni 2011

Tuk Seseorang Yang Ada Dalam Doaku


Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seseorang yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Nabi  Muhammad SAW
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau

Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai orang yg shaleh/ah ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia semulia Abu Bakar Radhiyallahu,
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanya mengharapkan seseorang,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh/ah,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah SAW bangga di akhirat nanti.

Karena aku sadar aku tidak semulia Fatimah Az-Zahra, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seseorang yang punya cita dan cinta yg selalu menghrapkan Riidlo-Mu

Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi seseorang yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya
dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….Amin!
Wallahu’alam bisshowab

Sabtu, 28 Mei 2011

Sahabat, Belajarlah Dari Matahari

Pedang paling kuat dan tajam
adalah logam besi yang mendapatkan tempaan
paling keras pada nyala api yang sangat panas,

Maka jangan kamu berharap menjadi kuat
jika tidak berani hadapi ujian dan kerasnya hidup ini


Sebatang korek api tidak akan pernah bersinar
bercahaya dan bermanfaat sebelum ia terbakar
jangan pernah harap kesuksesan tanpa perjuangan dan pengorbanan
tak akan berhasil seseorang sebelum merasakan kegagalan

Jadilah orang yang selalu memberikan kebahagian
Walaupun hanya dengan sapa, salam dan sebuah senyuman
jangan pernah serakah dan mementingkan diri sendiri
Belajarlah dari Matahari yang mampu bersinar lebih lama lagi...
Tapi dia tetap memberi waktu bagi sang bulan untuk menunjukkan diri


Sahabat....
Kemenangan adalah saat dimana kita dalam keterbatasan
tapi masih sanggup menghasilkan karya terbaik yg mengagumkan
Kemenangan adalah saat kita ikhlas memberikan jalan2 kebahagiaan
Kepada orang-orang yang begitu membutuhkan pertolongan

Sahabat....
Kemenangan adalah saat kita mampu memaafkan kesalahan
meski kita telah dikecewakan dengan begitu dahsyatnya
Kemenangan adalah saat kejujuran lebih kita utamakan
daripada mendahulukan ego dan gengsi diri sendiri
Kemenangan adalah saat kita mampu memberikan yang terbaik
meski kita dalam kondisi yang apa adanya.

Sahabat....
Jika kamu tidak tahu atau bingung
tentang siapa yang kamu sangat sayangi
ingat-ingatlah saat-saat dimana kamu berada
dalam suasana yang tidak ingin kamu kenang
disitulah kamu mengenali dirimu sebernarnya
disitulah kamu juga tahu siapa yang paling kamu sayangi


( "The best revenge is Living Well" )


Cara balas dendam terbaik adalah hidup lebih baik
dari orang yg membenci atau menyakiti kita..


sumber: blog kang robby

Aku Ingin Kau Tetap Merasa Cantik

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri.

Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak.

Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu. Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami, membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan.Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja.

Kata ibuku, ”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.

Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya.

Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh.

Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya.


Ayahku pernah memotong kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan bodoh sekali”.

Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.

Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”

Aku menggeleng,

dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

Aku Akan Belajar Setia

Inspiratif, 24 Jam Yang Berarti

Ada seorang istri memberikan tantangan kepada suaminya untuk hidup tanpa dirinya. Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali di antara mereka selama sehari.. :'(

Si istri berkata kepada suaminya itu, "Bila kamu bisa melewati itu, aku akan mencintaimu selamanya". Dan... sang suami pun setuju.... Dia tidak sms / telpon istrinya seharian.. :'(

Tanpa dia ketahui bahwa istrinya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya sang suami itu pulang ke rumah. Air matanya pun tiba2 menetes melihat istrinya sudah terbaring dengan surat di tangan yang bertuliskan "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu setiap hari.??"


Don't Ever lost contact with someone you love, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that.. Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....


Ada dua pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas, pertama, umur seseorang adalah rahasia Tuhan, apakah dia tua, muda, kaya miskin pasti akan dijemputnya. kedua, mencintai seseorang haruslah dengan tulus karena dengan ketulusan membuat cinta lebih berharga, lebih lebih cinta kita (sebagai makhluk) kepada sang pencipta cinta itu sendiri.

Biarkan Cinta Menemukan Jalannya

Pernahkan kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi?

Dan meski kamu tahu cintamu takkan berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya?

Pernahkan kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja
Demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu, ia takkan pernah peduli?

Ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi?

Pernahkan kamu merasakanh hebatnya Cinta?
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah?

Aku pernah tersenyum meski kuterluka,
karena kuyakin Allah tak menjadikannya untukku

Dan aku pernah menangis kala bahagia,
karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja

Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti

Dan aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi “cinta tak harus memiliki”

dan aku yakin Allah telah menyiapkan cinta yang lain untukku

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga.

Apa yang dimata hamba baik belum tentu BAIK menurutNya,
apa yang buruk menurut hamba mungkin adalah yang terbaik menurutNya,
bersabarlah Karna cinta akan berjalan pada jalannya. begitulah janji sang kuasa

Percayalah dengan Cinta, Biarkan Ia Menemukan jalannya SENDIRI

Dari Berbagai sumber

Doa Untuk Kekasih Pujaan Hati

Ya Allah ya tuhanku, Seandainya telah engkau ciptakan Dia untuk diriku Maka Satukanlah hatinya dengan hatiku, Titipkanlah kebahagian di antara kami agar kemesraan itu abadi dan takkan pernah berhenti Ya Allah, yang maha mengasihi, Seiring waktu berjalan tiada henti, Bimbinglah kami melayari hidup ini menuju Kebahagiaan yang abadi.

Akan tetapi, Seandainya telah engkau takdirkan bahwa dia bukan miliku,
Bawalah ia jauh dari pandanganku, pikiranku dan relung kalbuku
Hilangkanlah kerinduan yang menyayat-nyayat perasanku
Luputkanlah dia dari ingatanku Dan peliharalah aku dari keputusasaan

Berikanlah aku kekuatan Untuk Menepis bayangannya jauh ke ujung langit biru
Agarku bisa bahagia dan tersenyum Walaupun Dia tidak ada bersama diriku
Gantillah yang telah tiada, Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama seperti dirinya , seorang yang tulus dalam mencinta

Kupasrahkan segala jiwa dan raga ini hanya milikmu
Kutahu Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan
Adalah yang terbaik dalam realita hidup dan matiku
kerana engkau maha mengetahui.Segala yang terbaik bagiku
Ya Allah...
Cukuplah engkau saja yang menjadi pemelihara jalan hidupku
Kuberharap dengarkanlah rintihan dari setiap untaian Doa-Doaku

Rabu, 27 April 2011

KITA TEMUKAN HARI TUA BERSAMA


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sayang....... Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara helai-helai rambutmu dan menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari... biasanya. Dan ketika helai-helai itu semakin bertambah dengan suka cita aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut. Sayang, rambut kelabumu kan tampak seksi di mataku. 

Tak perlu khawatir....... Aku siap mencarikan kacamatamu ketika kamu lupa tempat menaruhnya. Atau akan kubuatkan sebuah kotak segala ada, tempat engkau dapat menaruh semua barang dan perkakasmu sesukanya. Ketika malam-malam dingin dan rasa ingin pipis tak tertahan lagi, jangan ragu untuk membangunkanku. 

Sayang..... ini tanganku di sampingmu jangan ragu jadikan tanganku sebagai peganganmu. Sayang....... Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk. Aku ingin mendampingi masa tuamu, aku ingin tua di sampingmu, bersamamu. Sehat, sehatlah sayang....... Agar engkau juga sempat meraba kepalaku yang ditumbuhi uban, agar sempat aku memamerkan gigiku yang mulai tanggal. Sehat, sehatlah sayang....... Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu kita bermain bersama. Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari libur tiba. 

Kupikir lebih baik kita saja yang mengunjungi mereka sambil membawakan makanan kesukaan mereka. Mungkin nanti anak cucu kita akan lebih sibuk dari hari-hari sibuk yang kita jalani sekarang. Kita akan jadi orang tua yang paling pengertian ya kan, sayang..... 

Sayang....... Aku ingin tetap mesra bersamamu, hingga tua. Tetap membisikkan kata cinta, meski pendengaran kita semakin berkurang. Jangan malu untuk sedikit berteriak di telingaku ya...?! Kau tahu, aku sangat suka mendengarkan ungkapan sayangmu. 

Ku ingin kita....... Tetap saling memanja, semampu tenaga yang masih kita miliki. Anak, cucu, ponakan dan keluarga kita pasti akan menyangi kita berdua, tapi percayalah aku yang paling tau cara memanjakanmu demikian engkau yang paling tau cara memantik binar di mataku. 

Bila waktu memang menggerus banyak hal..... Bila usia memang mengikis banyak hal..... Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita. Bila memang tiada yang abadi..... Bila memang semua akan berakhir.....Bila memang semua akan terhenti..... Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki, temani aku untuk melakukan yang terbaik untuk cinta yang kita punya. 

Menjadikan cinta dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah dan paling berharga. Apapun boleh berhenti, tapi tidak dengan niatan tulus untuk saling mengasihi. 

Apapun boleh usai, tapi tidak dengan upaya gigih untuk saling mejaga, upaya gigih untuk saling membahagiakan. 

Sayang....... Hari ini, menit ini, detik ini, aku seperti bisa menatap proyektor besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan, ada dua tangan keriput yang saling menggenggam. Tanganku dan tanganmu. Tapi ketika adegan berganti, saat film hampir usai, aku tak sanggup lagi menatapnya, semua menjadi kabur dan basah oleh Air Mata.

__________________________________________________ 

*-Ku ingin mencintai mu sepenuh hatiku, tapi tak bisa *-Ku ingin bersama mu selamanya, tapi takkan mungkin *-Ku ingin sehidup semati dengan mu, tapi semua itu gombal belaka *-Karena ku ingin hanya Allah dihati ku *-Yang Takkan Meninggalkan ku, Takkan Berpisah dan selama-lamanya krn semua itu bukan gombal *-Kalau pun aku mencintai mu, itu karena Allah *-Karena Dia-lah yang menggerakkan hati ku untuk menyayangi mu *-I love you..... because "Uhibbuka fillah"

wasalam...semoga manfaat....

Ukhti, Kamu Cantik Sekali


Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti, saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan. Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan? Sepantasnya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar. Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara memamerkan, memajang gambar atau mengikuti bermacam ajang lomba guna membandingkan rupa, sedangkan hakekatnya wajah itu bukan miliknya.
Tidakkah engkau jengah bila banyak mata lelaki ajnabi yang memandangi berhari-hari? Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa permisi karena engkau sendiri yang memajang tanpa sungkan. Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah? Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian dari keimanan.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang? Adakah ia akan menambah pahala dari-Nya? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji? Tak ada yang menjamin wahai ukhti. Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai dengan ketentuan-Nya.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Kecantikan itu harta berharga, bukan barang murah yang bisa dinikmati dengan mudah. Dimana nilainya jika setiap mata begitu leluasa memandang cantiknya rupa. Dimana harganya jika kecantikan telah diumbar, dipajang dengan ringan tanpa sungkan. Dimana kehormatan sebagai hamba tuhan jika setiap orang, baik ia seorang kafir, musyrik atau munafik begitu mudah menikmati wajah para muslimah?

Ukhti, kamu cantik sekali…
Alangkah indah jika kecantikan fisik itu dipadu dengan kecantikan hatimu. Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan. Apalah guna tubuh molek memikat bila tak ada rasa malu yang lekat. Cantikkan dirimu dengan cahaya-Nya. Cahaya yang bersinar dari hati benderang penuh keimanan. Hati yang taat senantiasa patuh pada syariat. Hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hati yang sederhana, yang tak berlebihan dalam segala urusan dunia.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Maka tampillah cantik di hadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikan pada manusia yang bukan muhrimmu
Tampillah cantik di hadapan suamimu, karena itu adalah bagian dari jihadmu. Mengabdi pada manusia yang kamu kasihi demi keridhoan Ilahi.
Tampillah cantik, cantik iman, cantik batin, cantik hati, karena itu lebih abadi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (HR. Muslim)

Wassalam.
Athaya Vhie Trie 
semoga manfaat...

Minggu, 24 April 2011

Ketika Pasangan Tak Seindah Harapan


Saat kita masih sendiri, pastilah tersirat dibenak kita untuk bertekad menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Kitapun selalu ingin memberikan yang terbaik bagi suami kelak sebagai jalan pintas menuju surga.

Figur isteri yang sholihah, taat, dan setia benar-benar terpatri kuat di benak kita. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan kita mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih kita pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.

Kini ketika telah menjalani kehidupan rumah tangga,  banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan,tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.
Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi ketika mengetahui kenyataan bahwa pasangan tak seindah harapan, Bagi yang tidak siap dan atau menyiapkan diri, mereka seakan mengalami penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan "anarkis" kepada diri dan orang- orang sekitarnya. Tak lupa pula, doa- doa patah hatipun dilantunkannya setiap hari.

Ternyata, ada banyak hal yang tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang.

Kekecewaan yang besar bersumber dari persepsi yang ideal yang kemudian menggiring kita pada gambaran2 indah tentang pasangan kita. Suami diharapkan bermental Super dan menjadi sosok pribadi yang istimewa layaknya Rasulullah SAW. Sedangkan Istripun juga dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela dalam mengabdi kepada suami.
Harapan yang besar tersebut seakan pula menghapus pemakluman atas segala kekurangan dari suami. Hal ini tentu saja bisa berdampak fatal, konflik bisa saja menjadi jadwal harian jika harapan itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di dalam sebuah rumah tangga

Lantas apakah berharap itu tidak boleh ? berharap sah-sah saja dan memanglah wajar, namun perlu diingat bahwa seseorang yang akan kita nikahi itu manusia bukan malaikat, banyak kekurangan yang mungkin terjadi di kemudian hari yang disebabkan oleh kekurangan2 dari pasangan kita tersebut..

Berkaca dari hal di atas, oleh karena itu tidak berlebihan apabila kita mensyarakatkan diri sendiri untuk bersikap ikhlas ketika akan menikah. Sikap ikhlas membuat kita lebih siap untuk menghadapi perbedan-perbedaan nanti. Selain itu, sikap ikhlas juga akan menumbuhkan prasangka baik kita kepada Allah.

Sikap ikhlas pun akan menumbuhkan sifat memaafkan dan berpikir positif. kita perlu menyadari bahwa semua orang berusaha hidup dengan cara yang paling baik menurut mereka, namun terkadang "kebaikan" itu mungkin kurang pas jika diterapkan untuk kita. Tapi satu hal yang harus tetap kita lakukan, cobalah mendidik diri sendiri untuk tetap menghargai niat baik mereka tersebut. Maka dengan memaafkan dan berpikir positif, semua akan kembali pada jalur yang semestinya.

Jika sikap semua hal tersebut semua telah mendarah daging, Alih –alih menyebabkan konflik atau kekerasan dalam rumah tangga, kejutan-kejutan yang terjadi kemudian, justru akan manambah benih-benih romantisme sehingga cinta dan dukungan kita terhadap pasangan kitamalah akan menjadi semakin besar. Dan kalau sudah begini Bukan tidak mungkin kita akan benar2 menikmati indahnya surga dunia.

Dan yang terakhir, untuk menghindari kekecewaan juga diperlukan sikap kita untuk mencintai pasangan kita dengan cinta yang proporsional. Karena jika kita memang harus menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita hanyalah manusia lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya, hati akan terasa lebih lapang dan kekecewaan dapat lebih mudah untuk direlakan karena besarnya pengertian bahwa tidak selamanya hidup itu indah.



(Syahidah)
sumber : www.voa-islam.com

Sebelum Engkau Halal Bagiku


Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku....

Di belahan Bumi manapun kamu berada...Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun...Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna, dan tertinggi.....

Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu......Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.....

Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku....Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari...

Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci...

Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung....Ada ingin tapi tak ada henti....Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh...Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.

Mungkin kau tak peduli..Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah....Dan tak lebih dari wanita biasa...Jangan pernah kau tatapku penuh...Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku.Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor...

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku...., mengenakan pakaian sutra emas....Meniru laku para ustadz..., meski hatiku lebih kotor dari lumpur....Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi....

Karena toh kau hanya manusia - hanya wanita -.Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu....Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci..., tak perlu dipikir lagi....

Tunggu sang lelaki itu menjemputmu..., dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah....Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah...Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas...Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu...., mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati....

Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu....Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu.., tapi itu pilihan-Nya.

Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih,seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.

Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.



from: Vicky
Zawiyah Sirul Barokah

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More