Intense Debate Comments

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 16 April 2011

Ini Daftar Keinginanku, Kamu, dan Semua Orang


Aku ingin menjadi sempurna,
padahal aku tahu kesempurnaan itu hanyalah milik Allah
dan aku hanya ingin mensyukuri atas apa yang telah kumiliki.

Aku ingin kaya,
padahal aku tahu, kekayaan tidak menjamin hidupku bahagia
dan aku cukup menjadi seseorang yang sederhana saja.

Aku ingin cantik,
padahal aku tahu, kecantikan itu hanyalah kulit luar dan tidak akan abadi, dan aku hanya ingin hatiku secantik-cantiknya.

Aku ingin hidup bahagia,
padahal aku tahu kebahagiaan itu bisa aku dapatkan dari diriku sendiri, dan oleh karena itu aku harus belajar menciptakan kebahagiaanku sendiri.

Aku ingin dicintai semua orang,
padahal aku tahu, cinta itu hanyalah bersifat sementara, dan aku memerlukan kecintaan dari Allah.

Aku ingin mendapatkan suami yang ganteng/istri yang cantik, kaya, dan perhatian,
padahal aku tahu kita tidak bisa mendapatkan sesuatu persis dengan yang kita inginkan, karena semua orang mempunyai kekurangan dan kelebihan, dan aku belajar untuk bersyukur atas seseorang yang telah mendampingiku.

Aku ingin memiliki anak-anak yang lucu,
padahal aku tahu, masa ‘kelucuan’ itu ada batasnya dan anak shaleh/shalehahlah yang tidak ada batasannya.

Aku ingin menunjukkan sisi kecantikanku pada orang lain,
padahal aku tahu itu adalah aurat yang apabila ada seorang lelaki yang bukan muhrim melihatku dengan nafsu, maka akan menjadi penghalangku memasuki syurga, dan aku ingin kecantikanku hanya untuk muhrimku.

Aku ingin memperoleh kehormatan,
padahal aku tahu itu hanyalah soal status dan jabatan, toh semuanya akan berakhir apabila maut datang menjemput.

Aku ingin hidup tanpa ujian,
padahal aku tahu, dengan ujian aku bisa belajar untuk hidup.
Bukankah kasih sayang Allah terkadang ditunjukkan dalam bentuk ujian hidup?

Aku ingin mempunyai baju yang bagus, keren, dan mahal,
padahal aku tahu, baju terakhir yang akan aku pakai hanyalah kain putih beraroma kapur barus.

Aku ingin mendapatkan segalanya,
padahal aku tahu, dunia ini hanyalah untuk tempat singgah sementara,
dan akhirat adalah tempat pelabuhan terakhir.

Allah lebih tahu apa yang aku butuhkan, bukan sekedar apa yang aku inginkan. Karena Ia Mahatahu.


Sumber : kotasantri.com

Minggu, 10 April 2011

Kasih Dalam Diam


Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dgn seseorang..
cukup lah hanya mencintai nya dalam diam...
karena diam mu adalah salah satu bukti cinta mu padanya...
kau ingin memuliakannya..
dengan tidak mengajak nya menjalin hubungan yang terlarang..
kau tak mahu merusak kan kesucian dan penjagaan hatinya....

Karena diam mu memuliakan kesucian diri dan hatimu....
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merosakkan izzah dan iffahmu..
kerana diam mu bukti kesetiaanmu padanya...
kerana mungkin saja orang yang kau cinta..
adalah juga pilihan Allah s.w.t..
pilihan yang terbaik untuk mu....

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan....
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...

Karena dalam diam mu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan.....
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan mu itu menjadi nyata....
hingga cinta mu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan yang nyata...
bukan kah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hambanya yang berharap....???

Dan jika memang 'cinta dalam diam mu' itu...
tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata...
biarkan ia tetap diam.....

Jika dia memang bukan milik mu....
insyaAllah.....
melalui masa dan waktu....
Allah akan menghapuskan 'cinta dalam diam mu' itu...
dengan memberi rasa yang lebih indah..
dan insan yang yang lebih baik dari itu..

Kenapa harus ragu-ragu??
kekuatan usah di tunggu....
tetapi perlu dicari....
biarkan 'cinta dalam diam mu' itu....
menjadi memori tersendiri.....
sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dan Sang Pemilik Hatimu....

Menjemput Bidadari


Bismillah..

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

===============

Kecantikan bidadari akhirat sudah tergambar jelas dalam benak seorang muslim. Tapi gambaran bidadari dunia jauh lebih nyata indahnya.Rosulullah bersabda:

“Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya kulit bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kunigan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” ( Hr. Thabrani )

Hadits di atas gambaran betapa cantik bidadari dunia bukan hanya karna pesona fisiknya tapi juga karna akhlaq yang mendampingi mereka. Subhanallah..

Kecantikan fisik juga sangat di damba para muslimah,bidadari dunia ini melakukan perawatan fisik khusus buat suami . Mereka tak mau kulit auratnya tampak dan terkotori oleh orang yang bukan mahromnya.Perawatan fisik mereka hanya untuk ditampakkan di depan suaminya agar suaminya mendapatkan keutuhan kecantikan,bukan mendapatkan sisa-sisa aurat yang telah di tonton banyak orang.

Pun dalam hal kecantikan bukan hanya cantik secara fisik,tapi juga secara akhlaq. Tentu akhlaq lebih di utamakan dari sekedar kecantikan fisik.

Dengan kecantikannya,mereka lebih indah dari bulan purnama. Dengan akhlaknya,dia lebih harum dari minyak wangi. Dengan rendah hatinya,mereka lebih mempesona dari pesona bunga. Dengan kelembutannya,mereka lebih lembut dari rintik hujan. Maka mereka menjaga kecantikannya dengan keimanan dan menjaga harga diri serta kehormatan mereka dengan jilbab. Mereka lah para muslimah,Bidadari Dunia.

Santunya ucapan mereka,menjadi bahasa mereka dalam merangkai kata-kata kebaikan dalam saling menasehati sehingga nyamanlah orang-orang yang berdekatan dengan mereka.

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al-Furqan: 63)

Mereka apabila ada yang menghina apabila ada yang mencaci oleh orang-orang jahil,mereka membalasnya dengan kesantunan dan kata-kata yang penuh makana. Subhanallah itulah mereka,para muslimah bidadari dunia.

Maukah engkau yaa ikhwan untuk menjemput bidadari duniamu.

Apalagi yang engkau tunggu sahabat,mereka menanti penuh harap. Sambil mereka memperbaiki diri,ketakutan sang malaikat maut lebih dahulu menjemput sebelum engkau menjemput mereka.

Jemputlah mereka dengan keindahan yang sesuai syariat,karna mereka menjaga keindahanya hanya untuk kedatanganmu dalam keberkahan pernikahan.

Bersegeralah jemput bidadarimu,sebelum engkau pula yang di jemput malaikat maut,samapai akhirnya engkau tak dapat merasakan indahnya bersama Sang Bidadari Dunia.

Waallahu’alam bi Showab.

Beginilah Caraku Mencintaimu KarenaNya


Oleh Indahnya Menikah FULL Barokah pada 09 Februari 2011 jam 19:28
Bismillahirrahmanirrahiim


Wahai Saudari kami...
Mungkin kalian pernah mendapati kami dalam keadaan dingin dan membisu
Padahal bisa saja, kami membuka pembicaraan dan memecahkan suasana bersama kalian
Namun kami sadar, bahwa tak layak bagi kami bermudah-mudah dikarena khawatir hal itu akan mengikis kadar rasa malu kalian kepada kami.

Mungkin kalian pernah merasa risih ketika kami tidak memperhatikan wajah ketika berbicara dengan kalian?
Padahal memandang kalian ketika berbicara adalah mudah bagi kami,

Namun dengan memalingkan wajah, kami berharap agar kalian akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan menjadikan keadaan itu lebih suci bagi hati masing-masing.


***
Wahai Saudariku...
Mungkin kamu akan mengatakan aku aneh ketika aku melarangmu meneleponku
Padahal, bisa saja aku menganggkatnya setiap saat engkau menelefonku
Namun aku belajar untuk menghargai seseorang yang berhak akan mendampingimu kelak, dengan cara tidak berduaan denganmu dalam keadaan yang tidak ada yang menemani.

Mungkin kamu akan kesal apabila aku tak memberikan pesan penyemangat ketika engkau melaporkan kepadaku tentang kegiatanmu hari ini
Padahal mudah saja jika aku harus mengirimkan sebuah pesan tersebut agar membuat jiwamu menjadi lebih bersemangat mengerjakannya
Namun, keberadaanku di sekitarmu ku harap tidak menggoyahkan kesucian hatimu dengan mengirimkan kepadamu pesan-pesan yang seharusnya tidak pernah kamu terima dariku jika itu justru akan membuatmu berangan-angan.


***
Wahai Saudariku...
Bisa jadi sebuah harapan pernah terbesit dihatimu sehingga mungkin engkau akan merasa gundah ketika aku tidak pernah meminta meminangmu.
Padahal, bisa saja aku lakukan itu agar hatimu senang
Namun aku sadar bahwa aku belum siap, maka aku redamkan lidah ini untuk menyatakannya di dalam diam.

Mungkin kamu akan datang memintaku agar kamu menantiku
Padahal aku mampu mengizinkan permintaanmu itu
Namun, apakah kamu tidak merasa sakit ketika suatu saat jodohku adalah bukan dirimu? Bukankah usahamu untuk bersamaku dengan cara menantikanku adalah sia-sia?

Atau mungkin saja kamu akan merasa gelisah ketika aku tidak pernah memintamu menungguku
Padahal bisa saja permintaan itu akan engkau indahkan ketika aku memintanya kepadamu
Namun aku mencintaimu atas dasar kesucian, maka aku tidak akan memintamu untuk itu hanya karena ingin mempersilahkan laki-laki shaleh lain untuk meminangmu

Bukankah kesucian yang aku inginkan untuk menikahimu? Jika demikian, maka lebih baik engkau menikah kepada laki-laki yang telah siap meminangmu tanpa harus membuatmu menunggunya.

Atau bisa jadi, kamu bosan karena terlalu lama menungguku untuk menyatakan sebuah ungkapan-ungkapan indah kepadamu

Padahal, bisa saja aku menyatakan itu untuk menyenangkan hatimu
Namun, Diam adalah caraku mencintaimu karenaNya, berharap hal itu lebih memelihara kesucian hatiku dan hatimu setelahnya...
"SALING BERBAGI AGAR QTA SALING MENGUATKAN DALAM MENEGAKAN SYARIAT-NYA"
Semoga bermanfaat...^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More