Intense Debate Comments

Senin, 07 Desember 2009

Hakekat Dunia

Rasulullah SAW tidur diatas tikar, kemudian ia bangun sedang anyaman tikar itu telah berbekas dipinggangnya, mka kami berkata : Ya Rasulullah bagaimana jika kami membuatkan kasur yg empuk untukmu ?
Jawab Nabi SAW : untuk apa dunia ini bagiku, Aku didunia ini bagaikan seorang kelana yg berkendaraan, bernaung dibawah pohon, kemuidan ia pergi meninggalkannya. (H.R Attirmizi)

Aisyah r.a berkata :
"belum pernah perut Nabi SAW merasa kekenyangan sama sekali, dan tidak pernah mengeluh pada orang, dan ia lebih suka miskin dari pada kaya, bahkan adakalanya ia bermalam lapar, tetapi yg demikian itu tidak menghalanginya untuk berpuasa pada siang harinya, padahal andaikata ia mnta padaTuhan segala kekayaaan bumi dan buahnya, dan kesenangan hidupnya, pasti ia akan diberi, bahkan pernah Aku menangis kasihan melihatnya, dan mengusap perutnya dngn tanganku karena lapar, lalu aku berkata : Jiwaku akan aku korbankan untukmu, andaikan anda mengumpulkan dunia sekadar untuk makanmu, maka dijawab : Hai Aisyah, untuk apa bagiku dunia ini, saudara-saudaraku ulul azmi dan para Rasul telah tahan sabar menghadapi yg lebih berat dari ini, sampai mereka menghadap pada Tuhan, dan Allah memulyakan tempat mereka, dan tiada sesuatu yg lebih Aku suka dari pada segera bertemu dengan saudara2 dan kawankawanku itu.

Aisyah r.a berkata : Setelah berkata sedemikian maka tiada tinggal kecuali sebulan lalu meninggal dunia s.a.w
diriwayatkan :
Nabi Sulaiman a.s dgn kebesaran kerajaan yg diberikan padanya, tidak pernah melihat kelangit karena khusyu' dan tawadhu' kepada Allah, bahkan ia suka memberi makanan2 lezat pada org lain, sedang ia sendiri makan roti dari tepung sya'ir, dan ketika ditanya : Mengapakah kamu berlapar-lapar ? Jawabnya : Aku kuatir jika aku kenyang lalu lupa pada org lapar.

Urwah bin Zubair r.a berkata :
Pernah Siti Aisyah r.a bersedekah lima pulu ribu, sedang bajunya sendiri bertambal.

(Kiriman dri INSI)
Setiap sesuatu ada masanya, seperti tumbuhan ada saatnya untuk berkembang, ada saatnya untuk berbuah, seperti matahari ada masa untuk terbit ada saat tuk terbenam. Seperti kehidupan, ada masa untuk menikmati kedamaian ada masa untuk bertahan dalam cobaan, ada masa rizki berlimpah ada masa bersyukur dengan keadaan.



Sumber : 3 Ayat Alquran

Sudah Baca Artikel Dibawah ini?

0 komentar:

Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More